Dalam menjalankan usaha ayam potong, modal harus dipersiapkan dengan baik. Modal ini pendanaan persiapan tempat, bibit ayam, dan pakannya. Seluruh modal ini harus dihitung dengan baik untuk menentukan Break Even Point (BEP) dari ayam potong.
Masa Panen. Saat panen tiba yaitu umur 30 hari, dan harga jual ayam broiler saat itu Rp 17.800 /kg. Maka peternak bisa menghitung laba atau keuntungannya dengan cara : Laba = Harga Jual - BEP. = Rp 17.800 - Rp 15.511/kg. = Rp 2.289/kg. Jika dihitung per ekor maka bisa dikalikan, yaitu Rp 2.289 X 1,7, hasilnya Rp 3.892.
Cara menghitung harga jual ayam potong ,yg biasa saya pake rumus contoh: harga ayam brangkas dibagi empat karna ayam brangkas setelah di potong berkurang sekitar 250gr jadi ayam potong perkilonya berkurang sekitar 1/4 kg dan perhitungannya sebagai berikut contoh hari ini harga ayam brangkas jatuh di harga Rp 19000 jadi rumusnya
Udin membeli terigu sebanyak 185 kg, kemudian dijual kepada Pak Diding sebanyak 100 kg dengan harga Rp4.000,00 per kg dan sisanya dijual dengan harga Rp8.000,00 per kg. Tentukan harga jual terigu tersebut! Jawab: Sisa terigu = 185 kg - 100 kg = 85 kg. Harga jual terigu = (100kg x Rp4.000,00) + (85kg x Rp8.000,00)
Investasi awal untuk ternak ayam potong. Berikut adalah rincian modal awal yang dibutuhkan: Sewa lahan 100 m2 : Rp 10.000.000. Kandang ternak : Rp 5.300.000. Peralatan makan dan minum : Rp 800.000. Peralatan lainnya : Rp 800.000. Sehingga total modal awal yang harus anda persiapkan untuk ternak ayam potong adalah Rp 16.900.000,-. .