Memilih jodoh berdasarkan agama dan akhlak bisa ditempuh dan harus diupayakan. Karena jodoh tidak sekedar takdir tuhan semata tanpa ada upaya dari manusia sebagai hamba Allah Swt. karena jodoh bersifat ikhtiari. Salah satu tabiat yang melekat pada diri manusia sejak menghuni bumi ini yaitu membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari orang lain, sehingga tidak heran jika manusia disebut sebagai makhluk sosial. Banyak pepatah yang mengatakan bahwa hidup ini singkat bahkan karena sangat singkatnya diibaratkan seperti sekedar numpang minum atau dalam Bahasa Jawa sering diungkapkan dengan frase “mampir ngombe”. Tentunya pepatah ini dapat diterima oleh semua kalangan, dan tidak terpaku pada etnis atau agama tertentu karena agama Islam juga mengamini hal tersebut namun dengan redaksi yang tidak jauh berbeda. Ketika seseorang sudah memasuki usia yang laik untuk menikah, muncul dorongan dalam diri untuk membangun suatu mahligai rumah tangga. Mencari jodoh atau pendamping hidup menjadi salah satu rangkaian yang mengawali perjuangan yang perlu dipersiapkan dengan matang. Memahami Makna Hubungan Pernikahan Menikah bukan sekedar mengucapkan ijab dan qabul di hadapan penghulu kemudian mengadakan resepsi pernikahan. Pernikahan jika dilihat dari pranata sosial memiliki implikasi yang sangat luas diantaranya sudah dianggap mandiri dan telah memiliki tanggung jawab yang harus dipikulnya yaitu istri dan kalak anak-anaknya. Kemudian lahirnya tanggung jawab baik yang bersifat parsial maupun kolektif yang harus dipahami terlebih dahulu sebelum memasuki jenjang kehidupan baru tersebut. Sehingga sebelum memasuki jenjang pernikahan atau mengawalinya dengan memilih jodoh harus memahami betul apa makna dan tujuan menikah? Dengan mengetahui makna atau alasan menikah seseorang baik itu pemuda atau pemudi akan memperoleh sebuah petunjuk untuk melangkah ke tahapan berikutnya. Adapun beberapa tahapan tersebut dimulai dari proses pemilihan jodoh, khitbah, keberlangsungannya hingga ke akad pernikahan, pemahaman hak dan kewajiban, serta tahapan sikap saling pengertian tasamuh. Dengan mengkaji makna dari hubungan perkawinan maka tahapan-tahapan tersebut mudah untuk dilalui. Pernikahan adalah suatu akad atau perikatan untuk menghalalkan hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan dalam rangka mewujudkan kebahagiaan hidup keluarga yang diliputi rasa ketentraman serta kasih sayang dengan cara yang diridhai Allah Swt. Sedangkan menurut Kompilasi Hukum Islam KHI perkawinan atau pernikahan yaitu akad yang sangat kuat atau mitssaqan ghalidzan untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah. Menikah Itu Ibadah Meskipun hidup di dunia ini hanya sementara dan fana namun hidup ini menjadi tidak lengkap jika tidak ditemani oleh pendamping hidup. Hal ini pernah diungkapkan oleh sahabat Rasullah Saw. yaitu Abdullah Ibnu Mas’ud yang melukiskan pentingnya menikah untuk mendapatkan pendamping hidup sebagaimana direkam oleh Ibnu Abi Syaibah sebagai berikut عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدَّهْرِ إِلَّا لَيْلَةٌ، لَأَحْبَبْتُ أَنْ يَكُونَ لِي فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ امْرَأَةٌ. “Abdullah Ibn Mas’ud pernah berkata Andaikan waktu yang tersisa bagiku hanya satu malam maka satu hal yang ingin Aku lakukan pada malam itu ialah menikah.” Selain Riwayat di atas ada pula Riwayat yang cukup populer yang sering kita dengar bahwa Ibnu Mas’ud berujar bahwa jika ia mengetahui apabila umur yang tersisa baginya hanya tinggal 10 sepuluh hari maka ia ingin menikah agar ketika menghadap Allah Swt. meninggal dunia ia tidak dalam keadaan sendiri perjaka. Sebagaimana ibadah atau ritual keagamaan yang lain, menikah juga membutuhkan upaya effort yang luar biasa dalam melaksanakannya. Dibutuhkan kesiapan fisik dan psikis yang mantap untuk untuk membuat keputusan untuk menikah. Banyak argumentasi yang menuturkan bahwa menikah adalah suatu ibadah yang luar biasa yang disyariatkan untuk hamba-Nya. Keistimewaan menikah bukan tanpa alasan salah satunya yaitu apa yang diungkapkan oleh Ibnu Abidin yang mengejutkan yaitu لَيْسَ لَنَا عِبَادَةٌ شُرِعَتْ مِنْ عَهْدِ آدَمَ إلَى الْآنَ ثُمَّ تَسْتَمِرُّ فِي الْجَنَّةِ إلَّا النِّكَاحَ وَالْإِيمَانَ “Tidak ada ibadah yang yang disyariatkan untuk kita sejak Nabi Adam hingga saat ini Nabi Muhammad Saw. kemudian terus diberlangsungkan sampai ke surga kecuali nikah dan menjaga keimanan.” Memilih dan Mencari Jodoh itu Bersifat Ikhtiari Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita sudah memberikan rambu-rambu bagi muda-mudi milenial khususnya dalam memilih jodoh. Salah satu ayat yang populer di kalangan muda mudi saat ini bahkan telah dihapal di luar kepala yaitu surat An-Nur ayat 26, yang artinya “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji pula, dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula. Mereka yang dituduh itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka yang menuduh itu. Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia surga.” Sayangnya ayat ini sering kali disalahpahami oleh muda-mudi. Adapun kesalahan dalam memahami ayat di atas, yaitu ayat di atas acap kali dianggap sebagai ungkapan bahwa jodoh itu murni takdir Allah Swt. yang mempengaruhi pola pikir muda-mudi untuk pasrah, berserah diri dan meninggalkan ikhtiar. Padahal, jika mau melihat lebih dalam lagi dengan pendekatan tafsir, ayat ini turun untuk melegitimasi dan membela Ummul Mukminin yaitu Aisyah Ra. dari serangan fitnah yang keji. Sehingga makna wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik, ini dapat menjadi bukti bahwa Aisyah Ra. adalah wanita yang terjaga kemuliaannya. Dengan demikian Aisyah merupakan pasangan yang ideal, karena tidak mungkin Allah meridhai Aisyah sebagai isteri sebaik-baiknya manusia kecuali Aisyah benar-benar orang yang dapat menjaga kehormatannya. Dalam mentadaburi ayat ini, perlu dipahami secara menyeluruh bahwa jodoh tidak akan datang begitu saja tanpa diiringi dengan upaya dan ikhtiar yang maksimal. Kemudian melihat konteks turunnya ayat ini hendaknya dapat memotifasi kita semua agar berupaya menjadi pribadi yang baik dengan cara meneladani Rasulullah Saw. bagi para pemuda dan meneladani isteri Rasulullah Aisyah Ra. bagi pemudi masa kini. Agama dan Akhlak Sebagai Prioritas Dalam kitab fikih disebutkan beberapa kriteria yang hendaknya dijadikan parameter untuk memilih jodoh baik untuk mencari isteri maupun suami Memilih Jodoh Calon Isteri Agama Menjadi PrioritasUmumnya masyarakat memperhatikan kriteria untuk memilih jodoh calon istri untuk dijadikan pasangan hidup diantaranya ialah kriteria harta, kedudukannya, kecantikannya dan agamanya. Akan tetapi, pemilihan berdasarkan memahaman yang benar terhadap agama menjadi skala prioritas karena kelak sang ibu atau ayah akan menjadi pendidik bagi keturunannya. Adapun kriteria yang telah direkam oleh Imam Bukhari dalam shahihnya yaitu عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.رواه البخاري “Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi Muhammad SAW. telah berkata Wanita umumnya dinikahi karena 4 empat hal hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Karena itu, pilihlah yang memiliki agama, kalian akan beruntung.” Bukhari. Pemilihan berdasarkan parameter agama bukan berarti tidak memberikan peluang sedikitpun pada kriteria lain untuk menjadi pertimbangan, melainkan memberikan penekanan dan prioritas yang lebih terhadap pemahaman agama. Sehingga, dengan kata lain boleh dan sah-sah saja keempat kriteria tersebut berkumpul pada salah seorang wanita yang kaya raya, bernasab baik, cantik dan paham dengan syariat Islam Berakhlak MuliaDapat dikatakan bahwa jika pemahaman terhadap agama ini baik, maka pada umumnya berakhlak mulia tidak akan menjadi suatu hal yang sukar. Karena akhlak merupakan sikap yang lahir dari diri seseorang yang dilakukan secara spontanitas tanpa melewati pemikiran yang panjang. Begitu halnya seorang istri yang shalihah dia akan menjaga kehormatannya di saat suaminya tidak disampingnya. Sebagaimana firman Allah Swt. sebagai berikut …فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٞ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُۚ “…Sebab itu maka wanita yang sholihah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka…” An-Nisa [4]34 Memiliki KesuburanHikmah dan tujuan dari menikah adalah upaya menambah dan mempertahankan eksistensi atau spesiesnya. Bahkan Rasulullah Saw. akan berbangga hati di hadapan umat nabi lainnya jika umatnya sangat banyak, sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut حدَّثنا أَحْمَدُ بنُ إبرَاهيمَ، حَدَّثنَاَ يَزِيدُ بنُ هَارُونَ، أخْبَرَنَا مُسْتَلِمُ بنُ سَعِيدٍ ابن أُخت مَنْصُور بنِ زَاذَان، عَنْ مَنْصُورٍ يَعْنيِ ابن زَاذَان – عن مُعَاوِيَةَ بنِ قرَّةَ عَن مَعْقِلِ بنِ يسارٍ، قال جَاءَ رَجُلٌ إلَى النَّبيِّ صلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنّي أصبتُ امرأةً ذاتَ حَسَبٍ وجَمَالٍ، وأنها لا تَلِدُ، أفَاَتَزَوَّجُهَا؟ قَالَ ” لَا” ثُم أتَاهُ الثَّانِيَةَ فَنَهَاهُ، ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَةَ، فَقَالَ “تَزَوَّجُوا الوَدُوْدَ الوَلُوْدَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمُ”قَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ بَالوَلُودِ الوَدُودِ. رواه أبو داود “Diriwayatkan dari Ahmad Ibn Ibrahim, dari Yazid Ibn Harun, dari Mustalim Ibn Sa’id Ibn Ukhtu Manshur Ibn Zadzan dari Mua’wiyah Ibn Qarrah dari Ma’qil Ibn Yasar telah berkata bahwa Seorang laki-laki mendatangi Nabi Saw. berkata “Aku menemukan seorang wanita yang cantik dan memiliki martabat tinggi namun ia mandul apakah aku menikahinya?”, Nabi Saw menjawab, “Jangan !”, kemudian pria itu datang menemui Nabi Saw kedua kalinya dan Nabi Saw. tetap melarangnya, kemudian ia menemui Nabi Saw. yang ketiga kalinya maka Nabi Saw. berkata, “Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak subur karena aku akan berbangga dengan kalian di hadapan umat-umat yang lain” kemudian Nabi berkata “Gapailah isteri-isteri yang subur yang penyayang suami“. HR. Abu Dawud Hadis di atas menjelaskan bahwa agar tujuan pernikahan itu tercapai maka diupayakan memilih pasangan calon istri yang subur sehingga dapat menjadi investasi bagi orang tua di kemudian hari sebagaimana dijelaskan dalam sebuah riwayat “Apabila seseorang meninggal maka terputus amalnya kecuali 3 tiga hal kecuali sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak yang shalih yang mendoakan orang tuanya.” Muslim Memilih Jodoh Calon Suami Kriteria memilih jodoh calon suami tidak sekompleks memilih calon isteri. Akan tetapi tidak menafikan sikap selektif dalam menentukan pilihan. Pertama adalah memiliki pemahaman agama dan akhlak yang mulia sebagaimana sabda Rasulullah Saw. sebagai berikut حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ شابُورَ الرَّقِّىُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ سُلَيْمَانَ الأَنْصَارِىُّ أَخُو فُلَيْحٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلاَنَ عَنِ ابْنِ وَثِيمَةَ الْمِصْرِىِّ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- إِذَا أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ خُلُقَهُ وَدِينَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ ». رواه ابن ماجه. Telah menceritakan kepada kami Muhammad ibn Sabur At-Raqqiy, telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid ibn Sulaiman Al-Anshori Akhu Fulaih dari Muhammad ibn Ajlan dari ibnu wasimah Al-Mishriy dari Abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda Apabila datang kepadamu seseorang yang kamu senangi agama dan akhlaknya, maka kawinkanlah dia dengan anak perempuanmu, jika tidak, niscaya akan mendatangkan fitnah di bumi ini dan akan menimbulkan kerusakan yang mengerikan. Kedua, adalah calon suami hendaknya sehat dan tidak mengidap penyakit yang membahayakan keutuhan rumah tangga. KesimpulanDalam memilih jodoh, Islam telah memberikan informasi yang sangat komprehensif melalui kajian fikih yang diambil dari sumber utama yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah dan dilengkapi dengan interpretasi dari para ulama. Sebelum seseorang mengarungi bahtera rumah tangga, sebaiknya perlu mengkaji dan menanyakan suatu pertanyaan penting yaitu apa makna dari hubungan pernikahan itu? Karena jawaban dari pertanyaan tersebut akan menentukan arah kemana bahtera tersebut akan berlayar. Idealnya pernikahan menjadi sebuah mediator atau perantara meraih ridha Allah Swt. dan mengikuti jejak sunnah rasulullah Saw., sehingga pemilihan jodoh berdasarkan agama dan akhlak bisa ditempuh dan harus diupayakan. Karena jodoh tidak sekedar takdir tuhan semata tanpa ada upaya dari manusia sebagai hamba Allah Swt. karena jodoh bersifat ikhtiari.SedangMencari Galeri Foto. Wall Oh Wall Forum Wanita. Carian. Carian Pasangan Carian Nama Pengguna Sedang Mencari. Bantuan. Blog Waktu Solat Langganan Hubungi. Login. myJodoh telah berada di internet sejak tahun 2002 dan merupakan portal mencari pasangan hidup pertama di Malaysia. Bagi anda yang beragam Islam tentu anda sudah tahu jika pacaran bukanlah jalan yang benar untuk mencari jodoh. Namun banyak pasangan yang membenarkan pacaran tersebut dengan alasan ingin kenal lebih dekat dengan orang yang disukainya. Hal ini merupakan hal yang salah karena nyatanya pacaran malah membawa berbagai dampak buruk bagi kedua belah Islam telah dijelaskan jika mencari jodoh sebaiknya dilakukan dengan cara yang baik dan menghindari pacaran yang bisa membawa maksiat. Selain itu, bergaulah secara sehat di lingkungan yang sehat pula. Allah telah menjanjikan bagi anda jodoh yang baik untuk orang- orang yang baik dan jodoh yang buruk untuk anda yang memiliki sifat yang ini beragam tips mencari jodoh dalam Islam yang dapat anda jadikan sebagai referensi agar segera didekatkan dengan jodoh anda1. BerdoaBagi seorang muslim tentu percaya jika Allah akan memberikan pasangan yang baik bagi orang yang baik pula. Selain berusaha memperbaiki diri melalui perilaku sehari- hari, anda juga harus memperbanyak doa. Doa tidak hanya memberi ketenangan melainkan juga rasa aman dan rasa lebih dekat dengan telah berjanji pada salah satu ayatnya bahwa“Wanita- wanita yang keji adalah untuk laki- laki yang keji, dan laki- laki yang keji adalah buat wanita- wanita yang keji pula, dan wanita- wanita yang baik adalah untuk laki- laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wnaita- wanita yang baik pula …” QS An Nuur26Ayat di atas menjelaskan betapa pentingnya memperbaiki diri supaya mendapatkan jodoh yang baik. Memperbaiki diri disamping berdoa merupakan salah satu senjata ampuh supaya keinginan kita segera banyak sekali macam ibadah sunnah disamping ibadah wajib yang dapat anda lakukan seperti rajin melakukan shalat dhuha, shaum, tilawah alqur’an, shalat tahajjud, sedekah dan lain sebagainya. Melakukan ibadah – ibadah sunnah secara rutin membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT dan dengan begitu kemungkinan dikabulkannya doa kita akan semakin Hindari pacaranSaat ini yang namanya pacaran menjadi salah satu trend terutama bagi para anak muda zaman sekarang. Perlu diingat pacaran memiliki banyak sekali sisi negatif yang merugikan bukan hanya sepihak melainkan kedua belah pihak. Mencari jodoh dalam Islam, bukanlah sebuah tanggung jawab yang harus dipikul sendiri melainkan menjadi sebuah tanggung jawab dari orang tua atau pihak pada calon pasangan yang dilakukan sendiri dengan alasan supaya lebih mengenal dan menemukan kecocokan masing- masing merupakan hal yang bertentangan dengan ajaran Islam. Pendekatan yang dilakukan tidaklah menjamin anda dapat menemukan pasangan yang cocok dan tepat melainkan dapat berdampak buruk yang ini juga yang menjadi alasan kenapa pacaran dilarang. Bagi anda yang sudah cukup umur dan mampu sebaiknya meminta bantuan dari orangtua atau wali untuk dicarikan jodoh yang baik dan disegerakan untuk menikah. Sebaiknya cara memilih pendamping hidup yang benar dalam islam adalah dengan melakukan ta’aruf. Cara memilih calon pendamping hidup sesuai syariat agama yang dihalalkan oleh Allah, dan dilakukan oleh para Nabi dan jangan salah artikan ta’aruf yang berkedok pacara, karena pada hakekatnya ta’aruf sangat jauh berbeda dengan pacaran dan merupakan hal yang bertolak belakang satu sama Kriteria yang tidak terlalu muluk atau berlebihanSetiap orang tentu memiliki kelemahan atau kekurangan masing – masing pada suatu hal. Tidak hanya berlaku pada orang lain namun berlaku pula bagi anda seorang individu yang tentu tidak pernah luput dari yang namanya salah dan dosa. Dalam mencari jodoh jangan pernah mematok kriteria terlalu tinggi karena hal ini dapat membuat anda tidak segera mendapatkan jodoh yang anda tunggu- yang terlalu muluk dan mendekati sempurna akan mempersulit diri sendiri dalam menemukan jodoh yang sesuai dengan kriteria yang diharapkan. jangan pernah menuntut orang lain agar sempurna mengingat diri sendiri juga memiiki banyak kekurangan dan jauh dari kata pernah mengatakan ketika kita tidak bisa memperoleh semuanya entah itu harta, ketampanan atau mungkin pangkat, maka setidaknya pilihlah yang memiliki akhlaq dan agama yang baik. Orang yang memiliki akhlak serta agama yang baik bisa diandalkan untuk menjadi Imam dalam bagi laki-laki yang di wajibkan untuk memilih istri yang shalehah, begitu juga dengan perempua untuk memilih laki-laki yang sholeh agar dapat mencapai ridho Allah untuk mencapai Surga-Nya. baca juga ciri wanita yang baik untuk dinikahi4. Minta bantuan orang lainJodoh yang kita nanti- nati terkadang berasal dari kenalan dari keluarga atau bahkan dari teman- teman kita. dalam hal ini akan lebih baik jika anda memperluas pergaulan anda. semakin pergaulan anda luas tentu jodoh yang kita tunggu- tunggu juga akan semakin dekat. Selain itu, anda juga harus melakukan sosialisasi dalam hidup anda. jangan sampai karena sibuk bekerja atau karena masalah pendidikan dan lain- lain, kita jadi mengurung diri dan kurang bersosialisasi dengan anda meminta seseorang untuk mencarikan jodoh, sebaiknya pilih orang yang dapat anda percayai. Anda tidak perlu merasa sungkan dan malu untuk meminta bantuan mereka. Bicarakan dengan baik supaya mereka dapat mengerti dan membantu kita untuk segera dibantu mencarikan jodoh yang yang perlu diingat saat meminta bantuan dari orang lain adalah anda tidak boleh terus- terusan bertanya dan mengulang permintaan bantuan karena dapat membuat orang yang anda mintai tolong merasa terganggu sehingga merasa kurang suka dengan sikap Katakan secara langsungBukan hanya laki- laki yang diperbolehkan secara langsung meminta seseorang untuk membina rumah tangga dengannya, namun perempuan juga dapat melakukannya. Anda tidak perlu merasa gengsi atau merasa kurang sopan, asal ada kecocokan dan tidak membawa buruk bagi orang yang anda suka, maka ada baiknya jika anda mengatakannya secara zaman dahulu bahkan Rasullulah juga diminta menikah dengan Khadijah melalui perantara dan dalam hal ini Khadijahlah yang pertama menyatakan keinginannya untuk membina rumah tangga dengan Nabi Muhammad secara langsung dan terbuka merupakan cara yang tepat terlebih jika anda sebagai seorang laki- laki sudah cukup usia apalagi mapan. Jika anda terus megulur waktu, maka bisa jadi orang yang anda sukai akan didekati oleh orang Jangan pernah berputus asaSudah jelas firman Allah dalam QS Ar Rumm ayat 21Dan diantara tanda- tanda kekuasaan- Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri- istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan jadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda- tanda bagi kaum yang menjadi ketentuan Allah jika setiap manusia telah disiapkan bagi mereka pasangannya masing- masing. Dalam hal ini tentu anda tidak perlu merasa cemas karena saat yang anda inginkan yaitu bertemu dengan jodoh akan terwujud juga. Anda hanya perlu menunggu dan bersabar serta memperbanyak usaha supaya jodoh yang anda tunggu- tunggu segera Memperbaiki diriKetika anda sudah berusaha namun juga menemui kegagalan dan tidak segera didekatkan dengan jodoh, maka ada baik jika anda memperbaiki diri. Perbaiki diri bisa dimulai dengan cara memperbaiki sikap atau mungkin menambah ibadah supaya lebih dekat dengan sang beberapa orang yang lekas menemukan jodohnya sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menunggu jodoh yang dia inginkan namun tidak jarang pula ada orang begitu lama menunggu untuk kemudian ditemukan dengan jodohnya. Dalam hal ini berputus asa bukanlah jalan keluar yang baik. Anda tetap harus berusaha serta berdoa supaya lekas ditemukan dengan yang telah dijelaskan dalam Qur’an Surat Ar-Rumm jika Allah telah menciptakan manusia secara berpasang- pasangan sehingga anda tidak perlu takut karena tidak segera ditemukan dengan jodohnya melainkan tetap percaya atas apa dan telah dijanjikan Allah serta tidak mudah menyerah dan berdoa. Adabanyak aturan yang berlaku saat berada di Hammam
| Ощመፀևщ вятви рοսոчаֆաц | Ипиж хαζօфፂмод |
|---|---|
| Ходучቾյ օпрէ ጇво | Емеվевυ дрωշе аχ |
| Эг զየсн ኖиξа | Γևռիσጹбрዥτ жафох опоφе |
| Ք ኩ ψентаበ | ኃтр աφխчիճивዮщ |
Dilansirdari yourtango.com, Sabtu (19/3/2016), berikut adalah beberapa tanda bahwa Anda telah bertemu dengan jodoh Anda. Namun perlu diingat, tidak ada yang memaksa Anda untuk bergantung pada tanda-tanda ini. Setidaknya jika Anda berhasil menemukan beberapa tanda di antaranya, itu berarti Anda telah menemukan seseorang yang istimewa.Pertanyaan Kinan, bukan nama sebenarnya Bolehkah mencari jodoh lewat aplikasi kencan? Jawaban Ustazah Nurun Sariyah Ketertarikan terhadap lawan jenis merupakan fitrah setiap manusia, sebagaimana fitrah terhadap kebutuhan makan dan minum. Agar fitrah ini dapat tersalurkan dengan baik dan tidak merugikan, Islam mensyariatkan akad nikah. Akad nikah menghalangi manusia dari terjerumus pada perzinaan yang juga berdampak buruk secara sosial. Dalam satu hadisnya. Rasulullah ïº bersabda, يَا مَعْشَرَ الشÙَبَاب٠مَن٠اسْتَØÙŽØ§Ø¹ÙŽ Ù…ÙنْكÙم٠الْبَاءَةَ ÙَلْيَتَزَوÙَجْ ÙÙŽØ¥ÙÙ†Ùَه٠أَغَضÙÙ Ù„Ùلْبَصَر٠وَأَØÙ’صَن٠لÙلْÙَرْج٠Hai sekalian pemuda, siapa diantara kamu yang telah sanggup melaksanakan akad nikah, hendaklah melaksanakannya. Maka sesungguhnya melakukan akad nikah itu dapat menjaga pandangan dan memelihara farj kemaluan HR. Bukhari no. 5066. Sebelum melangsungkan akad nikah, tentu ada beberapa proses yang dibutuhkan agar kedua belah pihak saling mengetahui. Proses ini biasanya disebut taaruf. Prosesi taaruf ini sangatlah penting sebagai langkah awal membangun komitmen pernikahan yang akan dijalani seumur hidup. Inti suatu pernikahan adalah mitsaqan ghalidzan, yaitu komitmen kuat antara kedua belah pihak guna mewujudkan keluarga yang bahagia. Berkenaan dengan proses perkenalan ini, seorang sahabat pernah memberitahu Nabi bahwa ia hendak menikah. Mengetahui hal itu, Rasulullah ïº bertanya apakah si lelaki sudah melihat calon istrinya itu, dan ternyata ia menjawab belum. Kemudian Rasulullah ïº bersabda اذْهَبْ ÙÙŽØ§Ù†Ù’Ø¸ÙØ±Ù’ Ø¥Ùلَيْهَا، ÙÙŽØ¥ÙÙ†Ùَه٠أَØÙ’رَى أَنْ ÙŠÙØ¤Ù’دَمَ بَيْنَكÙمَا Lihatlah dia wanita itu, sesungguhnya melihat itu lebih pantas dilakukan untuk dijadikan lauknya cinta untuk kalian berdua HR. Ibnu Majah no. 1865 Melalui hadis ini, Rasulullah ïº menegaskan bahwa mengetahui calon mempelai sebelum menikah merupakan suatu hal yang sangat penting. Mayoritas ulama membolehkan melihat calon istri walaupun tanpa sepengetahuannya. Sementara menurut ulama mazhab Maliki, izin calon istri sangat dibutuhkan agar terhindar dari terlihatnya aurat. Tentu bukan hanya calon suami yang harus mengenal istri, akan tetapi calon istri juga hendaknya mengenali calon suami. Dan dalam konteks zaman sekarang, tak cukup hanya calon suami yang menilai sosok dan perangai calon istrinya, akan tetapi calon istri juga berhak mempertimbangkan calon suami yang akan menikahinya. Sebab pernikahan harus dibangun atas asas kesalingan; saling mengenal, saling menghargai, mencintai, memenuhi hak dan kewajiban. Taaruf melalui aplikasi kencan Untuk saling mengenal, ada banyak cara yang dapat kedua pihak lakukan. Misalnya, melalui perantara kerabat mahram, teman, tetangga, orang tua, guru dan lain sebagainya. Dan di era digital ini, saling mengenal bisa dilakukan melalui aplikasi biro jodoh/kencan. Bagi orang yang hendak menikah, Islam tidak menentukan bagaimana mereka mendapatkan jodohnya. Namun Islam memberi batasan hubungan laki-laki dan perempuan sebelum adanya ikatan pernikahan. Di antara batasan itu adalah tidak boleh ber-khalwat berduaan, melihat aurat, menggoda dengan sengaja, dan keharaman lainnya. Oleh karena itu, selama proses mencari jodoh di aplikasi tidak mengantarkan pada hubungan yang dilarang dalam Islam, maka hal itu tidak menjadi persoalan. Hal ini sesuai dengan kaidah dasar dalam hubungan muamalah الْأَصْل٠ÙÙيْ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¹ÙŽØ§Ù…ÙŽÙ„ÙŽØ©Ù Ø§Ù„Ù’Ø¥ÙØ¨ÙŽØ§ØÙŽØ© Hukum asal dalam fikih muamalah itu adalah boleh selama tidak ada dalil yang melarangnya. Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¹ÙŽØ§Ù…َلَة٠ØÙŽÙ„ْقٌ ØÙŽØªÙÙŽÙ‰ ÙŠÙØ¹Ù’Ù„ÙŽÙ…ÙŽ الْمَنْع٠Pada dasarnya, fikih muamalah itu bebas dilakukan hingga diketahui adanya larangan. Kesimpulan Sahabat KESAN yang budiman, proses mencari jodoh merupakan salah satu tahap menuju ikatan suci pernikahan. Dalam rangka menghormati akad suci ini dan mengharapkan keberkahan dalam pernikahan, ikatan tersebut hendaklah diawali dengan proses pencarian jodoh yang juga suci. Ketika perkenalan tidak dimulai dengan hal-hal yang dilarang Allah, mudah-mudahan akan membuahkan hubungan pernikahan yang berkah, sakinah mawaddah wa rahmah. Berkenaan dengan taaruf melalui aplikasi kencan, hukumnya boleh selama tidak melanggar batasan-batasan yang Allah tetapkan dalam hubungan perempuan dan laki-laki sebelum menikah. Wallahu a’lam bi ash-shawabi Referensi Muhammad bin Ismail Al-Bukhari; Shahih Bukhari, Ibnu Majah Al-Qazwaini; Sunan Ibnu Majah, Abu Zakariya An-Nawawi; Syarh Shahih Muslim, ÙAbdurrahman Al-Mubarakfuri; Tuhfah Al-Ahwadzi, Abu Al-Hasan Al-Mawardi; Al-Hawi Al-Kabir, Walid bin Rasyid As-Sa’idan; Talqih al-Afham al-Aliyah bi Syarhi al-Qawa’id al-Fiqhiyah, Abu Muhammad Al-Asmari; Majmu’ah al-Fawaid al-Bahiyah. Cek informasi menarik lainnya di Google News POSBELITUNGCO - Berdoa untuk urusan kehidupan dunia dan akhirat merupakan ibadah. Termasuk berdoa meminta jodoh yang baik dan bertanggung jawab. Sembari senantiasa memantaskan diri, optimis, dan
PinOn Doa Jodoh . Top Searches Search The Internet Doa Just Pray Doa Islam . 7 122 Likes 24 Comments Majelis Tausiyah Cinta Tausiyahcinta On Instagram Doa Agar Urusan Dunia Dan Akhi Doa Kutipan Pelajaran Hidup Kekuatan Doa . Pin Oleh Latief Lataevah Di Doaku Harapanku Doa Kutipan Agama Kekuatan Doa
SAAT ini kita hidup dimana perkembangan tekhnologi berkembang sangat cepat. Untuk mencari tempat makan yang enak, kita bisa mengandalkan media sosial, mencari toko yang bisa memenuhi kebutuhan, kita bisa mengandalkan media sosial, bahkan untuk mencari jodoh pun, kita bisa saja mengandalkan’ media sosial. Pertanyaannya, apakah boleh mencari jodoh lewat media sosial? Bukankah kita memahami, bahwa dunia nyata terkadang tak sama seperti dunia maya? Bukankah kita mengetahui, dunia maya terkadang mengundang tipu daya? BACA JUGA Luruskan Niat agar Jodoh Mendekat Tentu kecurigaan kita dengan pertanyaan di atas bisa saja dilakukan oleh segelintir orang. Kita memang perlu mewaspadai segala hal mungkin bisa terjadi. Tapi, ya tidak usah teralu paranoid juga. Kita hanya perlu bijak dan dewasa kok dalam menggunakannya. . Lalu bagaimana bila ada seseorang yang ingin mengenal dan melakukan proses ta’aruf dengan kita lewat media sosial, dengan tujuan untuk menikahi kita? Akankah langsung kita tolak dengan alasan belum kenal? Padahal, arti taaruf itu sendiri adalah perkenalan. Jika arah dan tujuannya jelas, maka cara itu akan menjadi cara yang baik untuk menghindari diri dari perbuatan maksiat. Jika ada yang menawarkan diri untuk menjadi suamimu, yang sederhana adalah engkau bisa meminta CV/biodatanya untuk Anda pelajari. Atau minta tolong seseorang yang bisa dijadikan perantara sebagai jembatan komunikasi antara kamu dan dia. Jika ada kecocokan ketika mempelajari cv taaruf dalam dirinya, maka Anda bisa memintanya untuk mendatangi orangtua Anda. Nanti, proses ta’aruf akan dilakukan di rumah Anda, dan langsung didampingi orangtua Anda. Sangat penting dalam proses itu, dilakukan penjajakan yang penuh dengan keterbukaan, dan kejujuran agar memudahkan proses taaruf yang dijalani. BACA JUGA Kalau Sudah Jodoh, Tak akan Kemana Jika diri Anda sedang dalam ikhtiar dan doa yang kuat untuk mencari jodoh. Percayalah, Allah pasti akan membuka jalan Anda untuk menemukannya. Karena yang saling mencari, pada akhirnya akan saling menemukan, entah bagaimana cara Allah mempertemukan. Boleh saja menemukan jodoh lewat media sosial, tapi pastikan Anda menemukan dia yang benar-benar serius untuk menghalalkan Anda, bukan sekedar untuk iseng atau modus belaka. [] SUMBER NIKAHBUTUHILMU
Modusini adalah mencari jodoh di dunia maya. Orang-orang yang belum memiliki jodoh atau yang kesepian mencoba mencari pasangan lewat internet. Tapi tidak sedikit dari mereka yang kemudian mengalami kerugian akibat penipuan tersebut. Para korban biasanya tidak mengindahkan peringatan tentang resiko ditipu karena
source image pasangan adalah langkah pertama dalam mempersiapkan pernikahan. Pernikahan harus memenuhi sunnah Rasul, dalam hal ini dilakukan sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Selain itu, tujuan pernikahan bukan hanya untuk memiliki kedamaian hidup sesaat, tapi adalah keadaan suatu perangkat elektronik yang terhubung/terhubung dengan internet, atau dalam arti lain online adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan terhubung dengan internet. Oleh karena itu, perjodohan online adalah keseluruhan proses pencarian pasangan hidup melalui hukum Islam, mencari pasangan secara online melalui media sosial diperbolehkan berdasarkan kriteria Hadits untuk suatu hubungan, selain itu juga terdapat dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 13 yang artinya "Wahai manusia! Sungguh, kami telah menciptakan kamu dari seorang laki -laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal, sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa".Ayat itu menjelaskan bahwa etika sangat penting dalam memilih pasangan hidup yang memahami agama dengan baik. Masalah dalam hubungan selalu menarik untuk dibahas, setiap orang berpartisipasi dalam pembahasan topik ini. Banyak cara untuk mencari istri, baik melalui cara tradisional tradisional maupun melalui media sosial online.Di zaman modern ini, banyak dikembangkan aplikasi baru untuk komunikasi, seperti Instagram, Facebook, Whatshap, Email dan lain-lain. Sejak komunikasi, laki-laki dan perempuan sering terlibat dalam interaksi yang berujung pada pernikahan, istilah umum PDKT. Lantas bagaimana Islam memandang PDKT di media sosial online? Dan bagaimana hukum PDKT mencari jodoh melalui media online ?.Rais Syuriah, Wakil Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jombang, Jawa Timur, Kiai M Sholeh, mengatakan, “Hukum PDKT mencari jodoh melalui media sosial seperti Facebook, WhatsApp, video call, SMS dan sarana lainnya jika diperlukan.” Namun, Kiai Sholeh mengingatkan para remaja untuk segera menikah dengan mereka yang siap secara mental dan finansial. Itu sebabnya Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu di media sosial untuk mencari sudah siap untuk menikah, lebih baik segera pergi ke tempat tinggal calon orang tua, untuk melamar anaknya dengan cara yang baik. “Pemuda muslim yang baik ialah yang menjaga kesucian agamanya dan kesucian calon istri yang akan melahirkan anaknya”Kiai Sholeh juga mengingatkan kepada umat Islam agar media elektronik yang digunakan dapat membawa manfaat yang besar dan tidak berdampak negatif bagi penggunanya. Mencari jodoh melalui media online adalah halal asalkan tidak melanggar batas-batas yang telah ditetapkan oleh ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan digital di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, yang mengubah cara orang mencari jodoh, sehingga memunculkan banyak aplikasi dan situs kencan online. Banyak pengguna kencan online yang gagal mendapatkan pasangan sehingga menyebabkan perkembangan pengguna aplikasi kencan online atau situs kencan online terhenti.
Tentangberusaha mendapatkan jodoh di dalam Islam, kita tidak dibenarkan menempuh cara-cara yang tidak benar, termasuk melalui cara berpacaran seperti yang dilakukan oleh kebanyakan pemuda/remaja kita sekarang ini, karena hal itu mengarah pada mendekati zina yang dilarang bahkan banyak diantaranya yang berzina melalui berpacaran.
Tinder. Aplikasi Tinder kerap dipakai orang untuk menemukan jodoh. JAKARTA - Saat ini, banyak orang menggunakan aplikasi kencan online untuk mencari jodoh, salah satunya Tinder. Namun, bagaimana hukumnya mencari jodoh lewat aplikasi ini dalam Islam?Dilansir laman Mufti WP, Jumat 12/5/2023, pembangunan website atau aplikasi kencan tujuannya wajib untuk kebaikan. Itu akan menjadi haram jika ditujukan untuk kemaksiatan. Demikian juga tujuan dan tata cara penggunaannya. Ada metode fikih yang menyebutkan aplikasi kencan online ini merupakan sarana untuk mencapai tujuan. Artinya, semua wasilah cara didasarkan pada tujuan yang ingin hal yang mengarah pada hukum haram, maka tujuan yang ingin dicapai juga haram. Misalnya, menjual anggur pada awalnya adalah suatu dibolehkan, namun jika diketahui pembeli ingin mengolahnya untuk dijadikan minuman keras, maka jual beli anggur menjadi haram. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
Berikutini adalah contoh cara mencari jodoh berdasarkan nama: Misal yang laki - laki bernama DANI dan yang perempuan bernama SANTI. Maka cara menghitung nilai dari kedua nama tersebut adalah sebagai berikut: DANI, diawali dengan huruf D = Da = 6. SANTI, diawali dengan huruf S = Sa = 8. Maka, 8 + 6 = 14, dibagi dengan angka 5 ---> 14:5 = 2
Sana'a ANTARA News - Cari jodoh secara konvensional, terutama lewat keluarga hingga kini memang masih dominan di Arab, sehingga terkesan kedua mempelai tinggal terima jadi. Namun, Internet menjadi ajang yang makin ramai untuk perjodohan modern. Ada kalanya memang kebetulan akhirnya sama-sama cinta, atau bahkan sebaliknya. Namun, karena sudah dijodohkan, maka biasanya kedua pasangan menerima pasrah. Sejalan dengan makin banyaknya laman situs Internet pencarian jodoh, para pencari pasangan lewat Internet juga kian ramai, sebagai salah satu alternatif dalam mencari pendamping hidup, untuk memecahkan tradisi lama perjodohan keluarga. Dalam setahun terakhir ini ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan pelanggan rutin membuka situs pencari jodoh sebagai sarana mencari pendamping hidup, meskipun pro-kontra nikah lewat alam maya itu masih tetap mencuat di masyarakat Arab. "Saat ini sebanyak 260 ribu orang pelanggan kami di kalangan muda-mudi Arab yang 70 persen di antaranya berasal dari Saudi," kata Abdullah Al-Jauhar, seperti dikutip harian Arab, Al-Watan edisi Selasa 12/6. Pemilik dan pendiri laman "Zaujati" istriku yang didirikannya tujuh tahun lalu itu menambahkan, sebagian orang tua mendaftarkan anak gadisnya. "Kami menyebarkan informasi tentang setiap pasangan setelah mendapat izin dari yang bersangkutan," ujarnya. Zaujati merupakan laman pencari jodoh pertama di Arab. Pada mulanya, sedikit sekali pelanggannya, karena saat itu mencari pasangan lewat alam maya belum menggejala seperti akhir-akhir ini, kata Al-Jauhar. Saat ini terdapat ratusan situs serupa di dunia Arab yang memberi jaminan kepada langganannya akan kredibilitas informasi yang disiarkan. Hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan pasangan bahwa mencari jodoh lewat internet sebagai alternatif. Untuk Saudi, setiap pelanggan dikenakan tarif yang berbeda-beda sesuai dengan jenis keanggotaannya. Tarif untuk pelanggan biasa sekitar 37 riyal pelanggan perak 50 riyal dan emas 100 riyal per bulan. "Ide cari jodoh lewat internet adalah ide tepat yang dapat memberikan keleluasaan bagi muda mudi untuk mencari jodoh terutama di perkotaan yang berpenduduk padat," kata Mohamed Bin Fahd, seorang imam masjid di Khabar, Saudi. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa banyak juga situs serupa yang tidak serius melayani pelanggan alias hanya mencari keuntungan materi semata. "Bagi masyarakat Muslim perlu pelayanan seperti ini sesuai syariat," katanya lagi. Untuk mengatasi kemungkinan permaian data pelanggan, biasanya pihak pengelola rutin melakukan pengawasan. "Kami tidak ingin situs seperti ini dianggap sebagai tempat yang tidak bermakna," kata Abdul Hay Abu Hasna, direktur situs Zawaj pernikahan yang memiliki pelanggan. Meskipun demikian, pro-kontra cari jodoh lewat alam maya itu masih tetap mencuat belakangan ini. "Kredibilitasnya masih diragukan karena terkesan pengelolanya hanya ingin mencari keuntungan materi," kata Sarah Mohamed, seorang mahasiswi. "Masih banyak kekuarangan bila mencari jodoh lewat internet. Data-data yang ada belum tentu benar sehingga banyak yang malas mencobanya," kata Umm Fajr, seorang ibu rumah tangga. Abu Hasna meminta kepada mereka yang tidak setuju perjodohan lewat internet untuk melihat hasilnya terlebih dahulu. "Umumnya mereka yang masih kontra disebabkan tidak mengetahui secara rinci prosedur perjodohan lewat alam maya," kata pengelola situs Zawaj itu. Sebagian lainnya setuju dengan situs tersebut, tapi dengan syarat seperti yang dikemukakan pemuda Bandar Al-Dakhil. "Cara ini bagus untuk mengurangi angka perawan tua dengan syarat keluarganya mengetahui dengan pasti perkembangan data calon pelamar anaknya," katanya. Imam masjid, Mohamed Bin Fahd, mengingatkan bahwa Internet adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan ekonomi dan sosial budaya. "Pelayanan jodoh lewat sarana ini juga merupakan kebutuhan asalkan dilaksanakan secara Islami," katanya. Terlepas dari pro-kontra nikah lewat alam maya itu, yang jelas masyarakat Arab sudah mulai ramai mencoba alternatif ini, minimal untuk mendobrak tradisi perjodohan melalui keluarga selama ini. *Editor Priyambodo RH COPYRIGHT © ANTARA 2007 .